Masjid Besar Pakualaman Salah Satu Masjid Tua di Yogyakarta

Masjid Besar Pakualaman

https://eksotisjogja.com

Bingung mengisi waktu liburan?

Satu solusinya, wisata religi. Berlibur ke tempat-tempat wisata religi tentu akan memberikan kesan yang berbeda dibandingkan ke tempat-tempat lain pada umumnya.

Selain dapat menghilangkan penat, wisata religi juga bisa memberikan anda ilmu dan pandangan baru dari tempat yang anda kunjungi.

Salah satu tujuan wisata religi adalah Masjid Besar Pakualaman di Yogyakarta.

Jangan heran, Yogyakarta memang lebih terkenal dengan kebudayaannya yang terus terjaga hingga saat ini.

Tetapi, di samping memiliki kebudayaan yang lestari, Yogyakarta juga menyimpan tempat-tempat wisata religi yang memiliki nilai sejarah salah satu nya masjid yang memiliki nama lain Masjid Puro Pakualaman ini.

Ternyata, masjid ini sudah berdiri sejak tahun 1831.

Lokasi Masjid Puro Pakualaman

Berdiri sejak ratusan tahun yang lalu, masjid ini berlokasi di Kauman, Pakualaman, Yogyakarta.

Anda bisa langsung menuju ke lokasi tersebut karena memiliki jalan yang mudah di akses.

Begitu sampai di depan masjid, anda akan langsung ditampilkan dengan tulisan “terus luhur teruso raharjo” yang mengingatkan anda dengan sejarah masjid ini.

Harga Tiket Masuk Masjid Besar Pakualaman

Masjid puro pakualaman masih kokoh berdiri hingga saat ini.

Kemegahan masjid ini siap menyambut kedatangan setiap pengunjung yang ingin menyaksikan saksi sejarah masjid ini.

Adapun anda tidak harus membayar tiket masuk ketika berkunjung alias gratis.

Anda mungkin hanya dikenakan biaya parkir dengan harga sewajarnya.

Baca juga Masjid Syuhada Yogyakarta yang Menumbuhkan Kembali Patriotisme

Daya Tarik Masjid Besar Pakualaman

Jelas sebagai tempat wisata religi, Masjid Puro Pakualaman memiliki segalanya untuk mengisi waktu liburan anda.

Anda bisa ditampilkan dengan arsitektur yang khas dan anda bisa belajar banyak dari peninggalan masih terawat hingga saat ini.

1. Sejarah Masjid Puro Pakualaman

Sebagai wisata religi, Masjid Puro Pakualaman juga memiliki nilai sejarah yang kental.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, masjid ini telah berdiri sejak tahun 1831. Pendiri masjid ini bernama Sri Paduka Paku Alam II.

Awal pendirian bangunan tidak berlangsung mudah karena harus melakukan perjanjian politik dengan Belanda yang saat itu tentu saja tidak ingin kekuasaannya di ambil alih.

2. Mengenal lebih dekat dengan pendiri masjid

Kendati harus melakukan perjanjian dengan Belanda, akhirnya Sri Paku Alam II berhasil membangun masjid Besar Puro Pakualaman ini.

Ternyata, beliau juga dikenal sebagai seniman yang terkenal dengan karya-karyanya.

Beliau menekuni kesenian gamelan, gendhing, menulis dan menciptakan beberapa sendratari Jawa.

Beberapa tarian ciptaannya adalah Inum, Ladrang hingga Beksan Baratayuda.

Kunjungi juga yuk Melihat Panorama Yogyakarta dari Puncak Gunung Lanang

3. Arsitektur masjid

Arsitektur Masjid Besar Pakualaman di jamin tidak akan mengecewakan anda ketika berkunjung ke sana.

Bangunan besar seluas 144 meter persegi berbentuk segi empat. Terdapat 12 tiang yang memperkokoh masjid ini.

Salah satu hal unik adalah terdapat pengimaman yang berkerai, karena konon digunakan untuk melindungi Sri Paku Alam II saat beribadah.

4. Masih kokoh hingga saat ini bersama beberapa peninggalan di dalamnya

Walau dibangun pada masa kerajaan, masjid ini memiliki arsitektur yang canggih dan tetap lestari hingga saat ini.

Beberapa peninggalan masjid pun masih bisa dilihat hingga saat ini seperti mihrab dan beduk di dalamnya.

Dan di salah satu prasasti, di sana terdapat petunjuk yang menyebutkan bahwa masjid ini telah dilakukan renovasi hingga beberapa tahap, sehingga bisa kokoh hingga saat ini.

Melakukan wisata religi ke tempat bersejarah seperti Masjid Puro Pakualaman dapat memberikan banyak pengetahuan untuk anda.

Anda bisa belajar banyak sekaligus bisa merefreshkan pikiran ketika menyaksikan sendiri kebesaran masjid tersebut.

Baca juga Kuliner Ekstrim Kaya Manfaat dari Pesisir Gunung Kidul

Reply