Cicipi Juga 9 Makanan Khas Gunungkidul yang Lezat Ini!

Tiwul Makanan Khas Gunungkidul

image via tribunnews.com

Mendengar nama Gunungkidul, pasti yang Kamu pikirkan adalah pantai-pantai indah nan menyejukkan, seperti pantai Indrayanti, Baron, Sadeng dan puluhan pantai yang menarik dikunjungi.

Eits, harus Kamu ketahui juga, bahwa makanan khas Gunungkidul juga banyak yang nikmat nan lezat lho.

Makanan Khas Gunungkidul

Tak percaya? Jika Kamu selesai bermain pantai, pastikan obati kelelahan dengan 7 makanan khas Gunungkidul yang lezat ini!

1. Tiwul

Tahukah Kamu apa itu tiwul? Tiwul merupakan salah satu olahan lezat yang berbahan dasar singkong, atau lebih tepatnya tepung singkong atau masyarakat Gunungkidul menyebutnya dengan istilah gaplek.

Dimana untuk membuat tepung ini pertama singkong dikeringkan terlebih dahulu, kemudian ditumbuk hingga menjadi bubuk.

Penasaran dengan rasa tiwul? Makanan khas Gunungkidul ini dijadikan sebagai pengganti nasi, jadi nantinya akan disajikan bersama lauk pauk seperti telur, ikan asin, urap, ayam serta pelengkap lainnya.

Namun tak jarang juga tiwul dibuat dengan rasa manis, yakni ditambah dengan gula merah, yang rasanya akan lebih lezat.

Perlu Kamu ketahui pula, bahwa Tiwul sangat cocok untuk menunjang program diet, sebab tak hanya rasanya saja yang lezat, kandungan kalorinya juga sangat rendah lho!

2. Puli Tempe

Apa itu puli tempe? Yaps, makanan khas Gunungkidul memang memiliki nama yang unik dan beda.

Nah, untuk kuliner yang satu ini, dijamin Kamu akan ketagihan, bahkan tak cukup jika hanya mencicipinya satu porsi saja.

Bagaimana tidak, puli sendiri merupakan olahan yang berasal dari bahan dasar nasi beras, kemudian akan dipadatkan hingga berbentuk seperti ketan, sedangkan untuk tempenya menggunakan tempe bacem.

Jika Kamu menggigit keduanya secara bersamaan, maka rasa manis, gurih dan asin akan bercampur menjadi satu. Dan dijamin bikin lidah bergoyang.

3. Gatot

‘Gatot’ Gagal total? Gatot disini merupakan makanan khas Gunungkidul yang juga terbuat dari bahan dasar gaplek, dimana kegunaannya sebagai pengganti nasi.

Nah, sedangkan nama gatot sendiri ialah, berasal dari gagal total atau gagal panen beras, hal ini karena petani kesulitan untuk mendapatkan air yang dipengaruhi cuaca.

Jadi, keberadaan nasi dari gaplek ini sebagai pengganti karena gagal total panen beras. Sangat unik kan?

4. Jangan Lombok

‘Jangan’ yang dimaksud dini bukan ‘tidak boleh’, ya! Namun “jangan” dalam bahasa Indonesia berarti sayur, sedangkan untuk istilah lombok ialah cabai.

Jadi, ‘Jangan lombok’ ini merupakan masakan sayur yang isinya dominan dengan potongan cabai hijau, namun juga ditambah dengan beberapa bahan lainnya sesuai selera.

Seperti tempe, petai, bahkan yang lebih nikmat adalah ditambah dengan kentang, atau kerupuk kulit.

Untuk rasanya? Tentu tak hanya pedas nan gurih saja, aroma khas baik dari cabainya atau tambahan bahan lainnya tentu akan lebih lezat dan nikmat. Berani mencoba? Wajib bagi Kamu yang suka pedas!

5. Sego Abang Jirak

Masih membahas tentang nasi, untuk makanan khas Gunungkidul yang satu ini juga berasal dari nasi, namun nasi merah.

Sego abang jirak sendiri, merupakan hasil olahan dari padi merah atau biasa disebut dengan beras merah.

Dimana dengan kondisi wilayah Gunungkidul yang curah hujannya rendah serta tanah bebatuan, maka hanya jenis padi itu saja yang tumbuh dengan subur.

Namun terlepas dari hal tersebut, sego abang jirak ini memiliki rasa yang gurih nan lezat, apalagi dipadukan dengan beraneka ragam lauk pauk, mulai dari ayam, telur, sayuran serta lauk lainnya.

6. Manggleng/Krecek

Nampaknya olahan dari gaplek memang mendominasi kuliner khas Gunungkidul. Yaps, bahkan manggleng atau krecek ini juga dibuat dari bahan dasar gaplek.

Untuk pengolahannya sendiri manggleng atau krecek dibuat menjadi keripik, yakni dengan membuat gaplek hingga berbentuk adonan kripik, kemudian digoreng dan dibumbui dengan beraneka ragam rasa.

Jadi, cemilan yang satu ini sangat cocok dinikmati ketika ngeteh atau ngopi.

7. Walang Goreng

Dipastikan, jika Kamu berjalan dari pusat kota Yogyakarta sampai ke Gunungkidul, pasti akan menemukan walang goreng.

Yaps, walang goreng menjadi makanan khas Gunungkidul yang sangat diminati oleh wisatawan.

Rasanya tentu tak perlu diragukan lagi, yakni sangat nikmat nan gurih, karena ditambah dengan bumbu khas yang lezat.

Bagi sebagian orang mungkin yang belum mencoba walang goreng tak akan terlalu menyukai, karena agak ekstrim memang.

Namun, bagi Kamu yang menyukainya,  dijamin hanya dengan satu gigitan saja, pasti bikin mau nambah lagi, sebab rasanya sangat gurih cocok dijadikan sebagai cemilan.

Eh iya, satu lagi, bahwa ternyata walang memiliki protein yang sangat tinggi lho, bahkan proteinnya lebih banyak dari pada telur dan susu.

8. Urap Terancam

Bukan urap biasanya, makanan khas Gunungkidul yang satu ini memiliki rasa nikmat nan lezat.

Dimana bahan utamanya ialah dari parutan kelapa, yang kemudian akan dicampur dengan sayuran mentah seperti daun kemangi, potongan mentimun, serta kacang panjang.

Untuk rasanya tentu berbeda dari urap lainnya, sebab dibuat dengan campuran bumbu yang khas Gunungkidul.

9. Sambal Bawang

Perlu Kamu ketahui, bahwa masyarakat Gunungkidul tak akan lengkap jika makan tanpa sambal bawang. Yaps, sambal yang satu ini merupakan olahan dari perpaduan sambal bawang dan sambal terasi.

Rasanya tentu sangat enak nan lezat, cocok untuk pelengkap makan. Apalagi jika Kamu menyantapnya dengan lauk pauk lainnya seperti tahu sutera, ikan asin, dan tempe goreng, maka rasanya lebih nikmat maksimal.

Nah, ternyata Yogyakarta tak hanya terkenal dengan gudegnya saja ya, namun juga ada kuliner khas lainnya terutama di daerah Gunungkidul.

Namun selain makanan khas Gunungkidul, di Yogyakarta setiap daerahnya juga memiliki makanan khas tersendiri lho, seperti Sleman, Bantul, Kulonprogo dan daerah lainnya.

Reply