Yuk Kunjungi Kampung Edukasi Watu Lumbung Bantul!

 Kampung Edukasi Watu Lumbung Bantul

http://www.aldebaranhomestay.com

Apakah anda ingin mendapatkan lebih dari sekadar liburan? Kampung Edukasi Watu Lumbung Bantul bisa menjadi pilihan destinasi liburan anda selanjutnya.

Desa Pendidikan Watu Lumbung dirancang oleh Muhammad Boy Rifai dan didirikan pada tahun 2003.

Kampung Edukasi ini dibangun dengan tujuan memberdayakan dan membantu perekonomian masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata.

Desa Pendidikan Watu Lumbung didirikan di tengah area perkebunan pohon jati. Konsep alam juga melekat dalam konstruksi bangunan Kampung Watu Lumbung.

Jangan membayangkan bahwa Watu Lumbung dibangun dengan bahan-bahan mewah seperti objek wisata lainnya.

Hampir semua bangunan dan furniture di sini menggunakan bambu dan beberapa jenis kayu lainnya sebagai bahan dasar.

Lokasi Kampung Edukasi Watu Lumbung Bantul

Berlokasi di Bukit Parangtritis, Kretek, Bantul, Yogyakarta, kampung edukasi ini menyuguhkan anda pemandangan Yogyakarta yang indah dan tur edukasi yang tak terlupakan.

Untuk sampai ke tempat ini, anda dapat melewati Jalan Parangtritis dari Yogyakarta.

Selanjutnya, anda perlu menyeberangi Sungai Opak dekat retribusi Pantai Parangtritis dan belok kiri, atau melalui jalan alternatif Parangtritis-Siluk.

Akan ada rambu ke Desa Pendidikan Watu Lumbung sekitar 200 meter.

Harga Tiket Masuk Kampung Edukasi Watu Lumbung Bantul

Saat weekdays, tarif masuk Watu Lumbung adalah Rp.5.000/orang dan Rp. 10.000/orang pada akhir pekan atau hari libur.

Wisata ini buka dari Senin – Minggu selama 24 jam.

Fasilitas dan Daya Tarik Kampung Edukasi Watu Lumbung Bantul

Tempat ini memiliki beberapa area seperti area outbound, warung santai, perpustakaan, flying fox, taman bermain anak-anak, toilet, dan sebagainya.

1. Gubuk dan Rumah Pohon

Watu Lumbung mempunyai gubuk-gubuk santai di antara hamparan pohon jati, gubuk ini terbuat dari bambu.

Ada juga rumah pohon 3 lantai dengan tiang penyangga pohon jati yang masih hidup. Dari sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah dari atas bukit.

Baca juga : Menelusuri Keindahan Goa Gajah di Mangunan Yogyakarta

2. Warung Santai

Pengunjung bisa bebas memilih warung. Ada beberapa pilihan di warung Desa Pendidikan Watu Lambung, seperti Wedangan Cafe, Milk Shop, Sate Kiloan Centre, Lembayung dan tempat-tempat kuliner lainnya.

Di sini, setiap orang memiliki kedudukan yang sama apakah mereka kaya atau tidak. Semua pengunjung diperlakukan sama dan harus saling menghormati.

Watu Lumbung memberi Anda kebebasan untuk memasak dan mencuci piring sendiri.

Jika anda ingin membantu, anda akan mendapatkan diskon tambahan. Jadi jangan kaget kalau ada tamu yang melayani tamu lain.

3. Gardu Pohon

Daya Tarik lain dari Desa Watu Lumbung adalah gardu pohon yang dibangun di salah satu pohon jati besar.

Konsep gardu pohon ini meniru gardu induk yang ada di Kulon Progo Kalibiru. Keselamatan dan keamanan pengunjung juga tidak luput dari pengawasan petugas wisata.

Dari puncak gardu pohon, anda dapat menikmati pemandangan Sungai Opak dan Jembatan Opak yang ikonis.

4. Menanam Pohon

Selain hangout, para pengunjung juga diajak menanam pohon di sekitar Bukit Watu Lumbung.

Jika anda bersedia berpartisipasi, upaya Anda akan dihargai Rp. 2.500. Kredit ini dapat ditebus saat memesan makanan dan minuman.

5. Menyumbang Buku

Selain itu, para pengunjung juga dapat menyumbangkan buku ke perpustakaan.

Pengunjung yang bersedia menyumbang minimal 3 buku akan mendapatkan hadiah gratis berupa makanan, minuman, atau souvenir.

Daerah ini juga menjadi zona konservasi burung, jadi anda akan mendengar kicau burung sambil menikmati alam. Sangat damai dan menenangkan, bukan?

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Kampung Edukasi Watu Lumbung adalah pada sore hari, karena anda dapat dengan mudah melihat matahari terbenam yang dramatic dan indah dari puncak bukit.

Kunjungi sekarang juga! Menikmati Sejuknya Suasana di Air Terjun Grojogan Sewu Kulon Progo

Reply