Desa Wisata Ketingan Yogyakarta Habitat Burung Kuntul Putih

Wisata burung kuntul

image via http://visit-jogja.com/

Desa Wisata Ketingan Yogyakarta habitat burung kuntul putih adalah desa wisata di Sleman Jogja yang begitu indah dan sejuk. Desa ini adalah destinasi liburan yang cocok saat akhir pekan.

Desa Ketingan Yogyakarta memiliki nama lain dari warga sekitar sebagai Desa Kuntul (bangau).

Hal ini karena koloni burung blekok dan burung bangau yang berada di desa ini sangat banyak, bahkan mungkin mencapai ribuan ekor.

Burung-burung ini datang saat musim hujan ketika mereka memasuki musim kawin.

Pada tahun 2003 penduduk dusun ini memenangkan penghargaan karena secara sukarela melindungi burung-burung tersebut.

Lokasi Desa Wisata Ketingan Yogyakarta

Secara geografis, Desa Wisata Kuntul berlokasi di Dusun Ketingan, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Sleman Yogyakarta.

Dari Jalan Magelang, desa ini hanya berjarak 3 km

Dari sini, Anda juga bisa berwisata ke desa-desa lain yang berada di daerah Sleman, seperti Desa Wisata Pentingsari, Desa Wisata Srowolan, dan Desa Wisata Grogol.

Harga Tiket Masuk Desa Wisata Ketingan Yogyakarta

Desa Wisata Ketingan Yogyakarta tidak memungut biaya untuk para wisatawan, dengan jam buka 24 jam dari Senin hingga Minggu.

Fasilitas dan Daya Tarik Desa Wisata Ketingan Yogyakarta

Desa Konservasi Ketingan menawarkan bangau sebagai daya tarik utama.

Sementara fasilitas yang tersedia di sini termasuk pemandu lokal, menara pengamat burung, dan tur desa.

Bagi Anda yang ingin tinggal sebentar, desa wisata ini menyiapkan homestay dengan rumah tradisional Jawa (Joglo) yang unik dan nyaman.

1. Gardu Pengamatan Burung

Desa Wisata Ketingan Yogyakarta menawarkan banyak gardu pengamat yang dapat digunakan para wisatawan sebagai tempat pengamatan kuntul (burung bangau).

Sehingga Anda dapat menikmati pemandangan sore yang indah Desa Wisata Ketingan Yogyakarta sembari mengamati pola perilaku unik burung bangau.

Belajar juga dengan mengunjungi Kunjungi Museum Ullen Sentalu dengan Keluarga

2. Aktivitas Sawah

Selain menikmati aktivitas burung kuntul putih yang unik, di desa ini Anda dapat melakukan berbagai aktivitas menarik seperti menanam padi, membajak sawah, dan memanen padi yang menguning

3. Acara Tradisional Desa Ketingan

Selain wisata burung, acara tradisional Desa Ketingan seperti Merti Bumi yang diadakan secara rutin pada bulan September juga menarik untuk diikuti.

Selama acara tersebut, kita dapat melihat berbagai pertunjukan seni dan budaya seperti pertunjukan wayang kulit, karnaval, jathilan, dan kenduri (makan malam meriah) sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Sang Pencipta untuk hasil panen yang berlimpah.

Jika Anda tidak punya waktu untuk datang pada bulan September, cobalah untuk tinggal selama beberapa hari sebelum musim panen dan bergabung dengan wiwitan (ucapan syukur sebelum panen padi).

Atau, Anda bisa datang sebelum musim tanam dan berpartisipasi dalam pemancing (ucapan syukur sebelum musim tanam).

4. Kesenian Lokal

Selain acara-acara tradisional, Desa Wisata Ketingan tetap terbuka untuk siapa saja yang ingin tahu dan belajar lebih banyak tentang burung sambil menikmati kesenian lokal.

Beraneka ragam kesenian seperti gejog lesung (pertunjukan musik tradisional dengan lesung-lesung besar), jathilan (tarian tradisional dari Jawa) dan pek bung (alat musik perkusi tradisional yang terbuat dari kelenting) digelar sangat cocok buat kamu yang ingin mempelajari kesenian jawa.

Baca juga : Wisata Sejarah Benteng Vredeburg dekat Malioboro, Wajib Coba!

5. Hunting Foto

Untuk Anda yang gemar fotografi, yang terbaik adalah jika Anda membawa lensa telefoto saat mengambil gambar burung, karena burung-burung ini sering berada dalam jarak yang jauh.

Untuk menghindari kehilangan megabadikan momen, cobalah datang di pagi atau sore hari ketika burung-burung sedang berburu makanan di sawah dan kemudian kembali ke sarangnya.

Nikmati suasana segar dan alami di Desa Wisata Ketingan Yogyakarta habitat burung kuntul putih.

Namun pastikan Anda menggunakan penutup kepala atau topi agar terhindah dari kotoran burung.

Akan lebih menyenangkan lagi jika Anda berkunjung selama musim petani membajak sawah.

Anda dapat melihat kawanan burung bangau dengan jelas karena tidak terhalang oleh tanaman padi.

Reply